Teror Bom Tak Berdampak Besar Pada Pariwisata dan Industri Indonesia

sar

Jakarta – Pertumbuhan industri Indonesia di triwulan III tahun 2015 mencapai 5,2 persen. Angka ini dicatat lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional 4,73 persen versi Badan Pusat Statistik (BPS).Sementara ditahun ini, pertumbuhan industri ditargetkan sebesar 5,7-6,1 persen.

Meski demikian, insiden teror bom di Sarinah dikhawatirkan akan membawa dampak dalam beberapa sektor, salah satunya yakni industri dan pariwisata.

Dilansir dari VIVA.co.id, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan, pasca insiden teror Bom Sarinah tidak begitu memberi dampak bagi industri dan investasi di Indonesia. Bahkan, Ia menilai Jakarta masih mendapatkan kepercayaan tinggi dari investor.

Ia mengatakan, para rekan-rekan pelaku industri baik dari domestik maupun luar negeri memastikan tidak terpengaruh oleh aksi teror ini.

“Kalangan industri dan investor yakin dengan penegakan hukum di Indonesia”, kata Saleh.

Sementara itu, pasca ledakan Bom Sarinah Menteri Pariwisata Arief Yahya hari ini sempat mendatangi tiga hotel di Jakarta untuk mengecek dampak insiden ini terhadap sektor jasa turisme itu. Dari penjelasan Arief, Bom Sarinah ternyata tak memukul industri perhotelan di Jakarta.

Ia mengatakan, saat dirinya berkunjung ke tiga hotel bintang tiga, empat, dan lima ini semuanya aman dan tidak ada yang melakukan‎ check out secara mendadak.

Arief menjelaskan, meski sempat diteror bom, sektor pariwisata di Indonesia masih terbilang aman.

Tags:
author

Author: