Testimoni Penderita Kanker Tenggorokan Mulai Tayang Pertama di Indonesia

kanker tenggorokan rokok

Pewartaekbis — Beberapa waktu ini, di layar televisi muncul sebuah iklan yang menampilkan testimoni dari seorang penderita kanker tenggorokan dengan leher berlubang. Mengerikan memang. Namun ini rupanya tayangan iklan anti rokok yang diterbitkan oleh pemerintah bekerja sama dengan World Lung Foundation (WLF).

Iklan ini merupakan upaya untuk mempertegas akibat buruk dari merokok untuk kesehatan.Peter Baldini, CEO dari World Lung Foundation mengatakan, Indonesia, negara dengan populasi besar di dunia, mempunyai rata-rata prevalensi perokok dan eksposur terhadap perokok pasif yang tinggi, dan akan terus meningkat.

Menurut WLF, lebih dari sepertiga jumlah penduduk, atau lebih dari 100 juta orang Indonesia adalah perokok, itulah mengapa Indonesia menjadi negara pertama yang akan menayangkan iklan kampanye antirokok tersebut.

Melalui kerja sama ini. Pemerintah Indonesia berupaya untuk meningkatkan kepedulian terhadap akibat buruk dari merokok untuk kesehatan dan sebagai bagian dari usaha untuk mengurangi beban kesehatan dan ekonomi melalui legislasi pengendalian tembakau.

Iklan tersebut juga ditayangkan atas adanya pertimnbangan bahwa kampanye antirokok dengan ancaman gambar dan tulisan tersebut tak banyak membuat para perokok berhenti.

Karena seperti dipublikasikan oleh para peneliti dari Georgetown Lombardi Comprehensive Cancer Center, kampanye antirokok dengan ancaman gambar dan tulisan tersebut tak banyak membuat para perokok berhenti. Efektivitas pesan antirokok bergantung pada sikap perokok itu sendiri.

Oleh sebab itu, para peneliti ini berusaha mencari cara yang lebih efektif untuk melakukan kampanye anti rokok dengan mempelajari 740 perokok.

Hasilnya, seperti yang dilansir Times, testimoni dari seorang mantan perokok pada kemasan rokok terbukti ampuh mengurangi minat perokok di Amerika, kutipan-kutipan seperti kemunduran kesehatan akibat kebiasaan merokok yang dialami mantan perokok di klaim CDC ampuh menurunkan minat merokok.

Tags: