THR 2015 Harus Dibagikan Dua Minggu Sebelum Lebaran?

uang

Pewartaekbis~ Agar pekerja dapat mempersiapkan mudik dengan lebih baik, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri meminta kepada perusahaan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaam maksimal dua minggu sebelum Lebaran meskipun berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.04/MEN/1994 batas akhir pembayaran THR adalah H-7.

“Dalam regulasi memang pembayaran THR dilakukan paling lambat H-7. Tapi saya sebagai Menteri Ketenagakerjaan mengimbau pembayaran dilakukan maksimal dua minggu sebelum lebaran. Pembayaran lebih awal agar pekerja dapat mempersiapkan mudik dengan lebih baik,” sebut Menteri Hanif seperti diwartakan Kompas.

Guna memastikan THR diberikan kepada pekerja sesuai ketentuan, Menteri Hanif juga menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 7/MEN/VI/2015 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dan Himbuan Mudik Lebaran Bersama. Pada surat edaran tertanggal 3 Juni 2015 tersebut ditujukan kepada para gubernur, serta para bupati dan wali kota di seluruh Indonesia.

“Dengan surat edaran ini, kita tegaskan kembali bahwa pembayaran THR merupakan kewajiban pengusaha kepada pekerja. Pembayaran THR ini wajib dilaksanakan secara konsisten dan tepat waktu sesuai peraturan agar tercipta suasana hubungan kerja yang harmonis dan kondusif di tempat kerja,” lanjut Hanif.

Berdasarkan peraturan THR Keagamaan, pekerja dengan masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih maka mendapat THR sebesar satu bulan upah. Adapun pekerja yang bermasa kerja tiga bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional dengan menghitung jumlah bulan kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah.

Tags:
author

Author: