Tindakan Surya Dharma Ali Dinilai Blunder buat PPP

surya dharma ali dipecat

Jakarta, Pewartaekbis.com — Seiring dengan kondisi internal PPP yang mulai terlihat disharmonis, jajaran pengurus harian partai berlambang kakbah ini bermaksud menggelar Rapimnas  di kantor DPP PPP, Sabtu (19/4/2014) malam ini.

Politisi PPP Emron Pangkapi dan Muchammad Romahurmuziy mempersilakan ketua umum partainya, Suryadharma Ali, hadir di Rapimnas tersebut sebagai tokoh yang diharapkan dapat  menjadi bagian untuk mencari solusi atas kisruh di internal partai.

“Kami harapkan Ketum akan datang untuk mempertemukan perbedaan pendapat,” kata Sekjen PPP Romachurmuziy di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro No 60, Jakarta Pusat, Sabtu (19/4/2014).

Menurut Romi–sapaan Romahurmuziy–, dirinya dan Emron mengatakan pihaknya telah mengundang Suryadharma Ali untuk menghadiri Rapimnas yang akan dihadiri para pengurus, ketua DPW dan para ketua majelis partai. Adapun tema Rapimnas yakni ‘Merangkai Islah Menuju Berkah’. Namun ia mengaku tidak tahu apakah Suryadharma Ali akan memenuhi undangan itu.

Adapun agenda pada Rapimnas malam ini akan membahas evaluasi terhadap Pileg 2014, evaluasi dinamika internal atas adanya pemecatan sejumlah fungsionaris dan dinamika politik eksternal termasuk tentang koalisi PPP dan Partai Gerindra.

“Termasuk rencana koalisi partai,” jelas Emron.

Diberitakan, PPP mengalami konflik di antara para pengurus partainya diawali raihan suara partai dari Pileg 9 April 2014 yang tidak maksimal.

Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi, menilai salah satu penyebab keadaan itu karena blunder yang dilakukan oleh SDA.  Seharusnya saat para pengurus dan kader PPP ‘berperang’ di masa Pileg untuk mendapatkan suara partai, tetapi SDA selaku capres partai malah mengabaikan hasil Mukernas Bandung dengan menghadiri acara kampanye Partai Gerindra di SUGBK Jakarta pada 23 Maret 2014 lalu.

Ia menilai apa yang dilakukan Suryadharma Ali itu adalah melanggar hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Bandung 9 Februari 2014 yang memutuskan, SDA sebagai capres dari PPP.

Wakil Ketua Umum PPP Soharso Manoarfo dan lima Ketua DPW PPP tingkat provinsi yang menyuarakan hal yang sama berupa mosi tidak percaya pada kepemimpinan Suryadharma Ali justru dipecat oleh SDA secara sepihak. Dua orang pengurus partai tersebut dianggap melanggar AD/ART partai karena dianggap berupaya melakukan pemakzulan terhadap ketua umum.

Terkini, Suryadharma Ali juga menggeser Muchammad Romahurmuziy dari posisi Sekjen PPP. Namun, Romi langsung menolak rotasi posisinya itu karena dianggap prosesnya tidak sah sesuai AD/ART partai alias cacat.

Belum selesai konflik dengan jajaran pengurus partainya, Suryadharma Ali mengambil keputusan mencengangkan berupa koalisi PPP dengan Partai Gerindra dan dukungan pencapresan Prabowo Subianto.

Namun, para pengurus yang dipecat melakukan penolakan dan perlawanan dengan menggelar Rapimnas di kantor PPP yang akan dilakukan pada Sabtu malam ini.