TRAGEDI GAZA: Israel Setuju Proposal Gencatan Senjata, HAMAS Anggap itu Kelakar Israel Seperti Biasanya

Tentara Israel di Perbatasan Gaza Sumber DW.DE

Tentara Israel di Perbatasan Gaza      Sumber DW.DE

GAZA – Setelah aksi bombardir Israel dan serangan balasan roket Hamas yang  berlangsung selama tujuh hari, tanda-tanda gencatan senjata  mulai tampak di Jalur Gaza. Kabinet Israel, hari Selasa (15/7) merespons secara positif inisiatif Mesir  untuk segera melakukan gencatan senjata dengan Hamas, setelah satu pekan kekerasan paling mematikan terjadi di Gaza dalam beberapa tahun terakhir.

Proposal Mesir itu mendesak semua pihak untuk menghentikan permusuhan di Gaza. Proposal tersebut juga menyerukan pembukaan perbatasan setelah situasi keamanan stabil dan pembicaraan tingkat tinggi di antara mereka yang terlibat.

Di lain pihak, para pejabat Hamas yang sudah terbiasa dengan langkah Israel terkait gencatan senjata, tidak segera menanggapi keputusan kabinet Israel itu. Bahkan, mereka menyebut inisiatif Mesir tersebut sebagai kelakar belaka. Israel memang terkenal sering melanggar perjanjian damai dan gencatan senjata yang elah disepakati hanya karena alasan kecil.

“Gencatan senjata itu sebuah inisiatif untuk media. Itu bukan inisiatif politik,” kata Osama Hamdan, juru bicara Hamas, seperti dikutip dari CNN kemarin.

Hamas dengan juru bicara Fawzi Barhum menyatakan tidak akan menyepakati gencatan senjata jika Israel tidak memenuhi daftar tuntutan mereka, termasuk diakhirinya blokade selama delapan tahun atas Gaza, bersamaan dengan pembukaan Rafah yang berbatasan dengan Mesir.

“Hamas tidak menerima proposal apapun dan bahkan jika Israel menghentikan serangan, maka itu tidak akan ada artinya setelah meluasnya kerusakan di Gaza, kata dia.

Pernyataan juru bicara Hamas itu cukup berasalan. Karena seperti diketahui, Israel sering kali melanggar gencatan senjata yang telah disepakatinya.

Menanggapi penolakan Hamas itu, pemerintah Israel melalui Perdana Menterinya Benyamin Netanyahu menyatakan akan memperluas operasi militer di Jalur Gaza.

“Jika Hamas tidak menerima proposal gencatan senjata dan itu yang, tampaknya, terjadi, Israel akan mendapat legitimasi untuk memperluas aktivitas militer di Gaza untuk mencapai tujuan kami,” tegas PM Israel Benyamin Netanyahu dalam jumpa pers bersama Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier kemarin.

Walau Hamas pesimistis, perunding Palestina Saeb Erakat menyatakan optimistis. Dia percaya akan adanya tanda-tanda nyata kemungkinan gencatan senjata dalam 12-24 jam ke depan.

“Saya tahu beberapa pemimpin lain di Hamas yang mengatakan kami tidak menutup pintu bagi setiap inisiatif untuk gencatan senjata,” katanya.

Tags:
author

Author: