Tragedi MAS MH17 Akankah Pengaruhi Penyelenggaraan Piala Dunia Rusia 2018?

piala dunia rusia 2018

Presiden Brasil Dilma Rousseff (kiri) secara simbolis menyerahkan Piala Dunia kepada rekannya dari Rusia, Vladimir Putin (kanan). Tampak Presiden FIFA Sepp Blatter di belakang dua pemimpin negara tersebut.

“Sampai Jumpa di Piala Dunia 2018 di Rusia”, demikian banner besar yangterpampang di Stadion Maracana, Brasil setelah Timnas Jerman dikukuhkan menjadi kampiun sejagad beberapa waktu silam. Ya, sesuai rencana, piala dunia 2018 mendatang akan dihelat di negeri beruang merah Rusia.

Namun demikian, dunia masih belum bisa menghilangkan trauma tragedi ditembak jatuhnya pesawat Malaysia Air lines MH17 yang membawa serta nama Rusia di dalamnya. Insiden buruk ini dikhawatirkan dapat mengancam Piala Dunia 2018 Di negara yang dipimpin oleh Vladimir Puttin tersebut..

Pasalnya, negara-negara Eropa yang yang tergabung dalam federasi FIFA akan memikirkan ulang keikutsertaannya jika Piala Dunia digelar di Rusia. Ditambah lagi sejumlah kelompok pro-Ukraina penentang Putin sedang merancang boikot besar-besaran terhadap perusahaan yang akan mensponsori Piala Dunia di Rusia.

Hal ini seperti yang disampaikan Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Hesse, Peter Beuth. Peter mengatakan jika Presiden Vladimir Putin “cuci tangan” dan tidak proaktif membantu investigasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines itu, maka Piala Dunia Rusia diperkirakan akan sulit terlaksana dengan mulus.

“Jika Vladimir Putin (Presiden Rusia) tidak bekerja sama secara aktif soal insiden pesawat itu, maka Piala Dunia 2018 di Rusia tidak bisa dibayangkan akan terjadi,” ujar politisi senior Peter Beuth, seperti dilansir The Guardian.

Pendapat yang sama juga dikeluarkan anggota parlemen senior Jerman, Michael Fuchs. Menurutnya, FIFA harus mempertimbangkan apakah Rusia negara yang cocok untuk Piala Dunia 2018. Sebab, bagaimana mungkin negara-negara dunia mau menerbangkan para pemaian bola terbaiknya melintasi udara Rusia, jika mereka tidak bisa menjamin jalur penerbangan yang aman? Bahkan menurut Fuchs, Jerman dan Prancis siap menggantikan Rusia jika diperlukan.

FIFA harus berpikir apakah Moskow memang pantas menjadi tuan rumah jika mereka bahkan tidak bisa menggaransi keamanan penerbangan,” ucap Fuchs, yang berhaluan konservatif di parlemen Jerman itu.

Hal senada juga diungkapkan Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB). KNVB berniat menunda diskusi tentang partisipasi Der Oranje pada perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia. Seperti dilansir Reuters pada Rabu (23/7), Belanda masih berduka lantaran warga negaranya paling banyak menjadi korban jatuhnya pesawat MH17 Jumat pekan lalu yang disinyalir kuat karena aksi militer kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina. Pesawat nahas itu dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.

“Kami memahami Piala Dunia Rusia bakal melukai perasaan para pecinta sepak bola dan rakyat Belanda,” begitu penjelasan KNVB.

FIFA sendiri belum bisa berkomentar apa-apa. Menurut FIFA, butuh hubungan lebih lanjut dengan federasi sepak bola Rusia dan Ukraina agar masalah ini bisa diselesaikan.

Seperti diketahui, Malaysia Airlines ditembak jatuh di perbatasan Ukraina-Rusia pada hari Jumat (18/07/14) dalam perjalanan dari bandara Schipppol Amsterdam, Belanda, ke Kuala Lumpur. Diduga pesawat tersebut jatuh akibat rudal yang ditembakan oleh kaum separatis pro-Rusia

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat MH17, dan pihak Rusia sendiri seakan lepas tangan dari tragedi tersebut.

Tags: