Uang, Tumpukan Beban atau Limpahan Kebahagiaan?

gigi

Pewartaekbis- Bagi sebagian besar orang di dunia uang adalah sumber masalah. Padahal, jika kita menggunakan uang sebagai alat untuk melakukan perbuatan baik, maka uang akan menjadi sesuatu yang berarti.

Jadi, berarti tidaknya uang adalah tergantung bagaimana kita mengalokasikannya. Terkait pola pikir tentang uang ada beberapa hal yang perlu kita pahami. Berdasarkan informasi dari beberapa sumber, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam mengelola uang:

Pertama, kita harus menemukan apa yang sebenarnya kita ketahui tentang uang.

Kedua, Program ulang pola pikir. Kita membuka pikiran kita untuk pola pikir baru yang menggunakan uang: dengan peningkatan kemakmuran, kita dapat membantu orang lain. Dengan berpikir positif terhadap uang, manajemen keuangan akan lebih terorganisir.

Ketiga, Untuk mendapatkan lebih, kita perlu berbuat lebih banyak. Perilaku, sikap, bagaimana kita memperlakukan uang, bagaimana kita mengelola keuangan harus sebaiknya berperilakulah layaknya bagaimana seorang jutawan akan bertindak  (jika kita ingin menjadi seperti mereka).

Dengan berpikir layaknya mereka, maka kita akan berpikir kreatif dan menarik banyak hal lain dalam menghasilkan dan mengelola uang seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, berfikir positif dengan mencoba untuk tidak merasa khawatir tidak memiliki uang, akan membuat kita mampu mengatur pola hidup kita dan sikap kita untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan.

Keempat, Membuat uang mengalir kepada kita. Mengundang uang adalah salah satu kunci dalam manajemen keuangan. Logikanya adalah, bagaimana kita bisa mengelola uang kita jika kita tidak punya cukup uang untuk dikelola? Oleh karena itu, berpikirlah layaknya orang kaya, karena itu akan membuat kita kaya.

Dengan demikian, apa makna uang untuk hidup adalah tergantung bagaimana kita berperilaku dalam memanfaatkannya. Jika kita memanfaatkannya untuk kebaikan, maka uang akan menjadi ladang untuk kita beramal. Dan sebaliknya, jika kita hanya memandang uang sebagai alat pemuas kebutuhan konsumtif, maka setengah manfaatnya akan menjadi beban dalam hidup kita.

Tags:
author

Author: