UMK 2015 Jawa Tengah Terendah, Buruh Demo

rupiah

rupiah

Semarang~ Kemarin (8/12), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didemo para buruh. Dalam demo yang berlangsung di depan Kantor Gubernuran Jl. Pahlawan Kota Semarang tersebut, mereka menyatakan kekecewaan atas penetapan upah mininum kabupaten/kota (UMK) 2015 yang dinilai sangat rendah.

Demo soal UMK 2015 di Kota Semarang kemarin dihadiri oleh beberapa kelompok. Mereka antara lain Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang), Gerakan Buruh Demak (Gerak), Dewan Buruh Kendal (Debur), dan Gerakan Masyarakat Pekerja Ungaran (Gempar). Menariknya, dalam demo tersebut dibacakan surat terbuka yang ditujukan untuk sang gubernur.

 “Dengan segala kekecewaan mendalam, kami membuat surat terbuka agar masyarakat serta wakil rakyat, termasuk Gubernur mengetahui sendiri bahwa besaran UMK 2015 belum layak,” ungkap Nanang Setyono yang merupakan Koordinator aliansi Gerbang.

Menurut Nanang, kekecewaam para buruh sangat beralasan. Pasalnya, UMK 2015 Provinsi Jawa Tengah berada di urutan terendah di antara provinsi lain di republik ini. Oleh sebab itu, ia menyatakan Gubernur Ganjar Pranowo ‘gagal’. Kegagalan dimaksud  antara lain menyangkut standarisasi angka kebutuhan hidup layak (KHL) yang dinilai tidak jelas. Bahkan, sebagian besar KHL tidak menggunakan KHL prediksi Desember 2014.

Masih menurut Nanang, Provinsi Jawa Tengah  masih menggunakan wacana bahwa UMK adalah KHL. Padahal, seharusnya Pemprov Jateng mempertimbangkan juga pertumbuhan, produktivitas, dan lainnya. dan yang lebih parah, penetapan UMK 2015 tidak menghitung dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan  kenaikan tingkat harga dari komponen KHL tahun 2015.

”Semula kami sangat berharap berharap adanya perubahan terhadap kondisi perburuhan di Jateng melalui pergantian kepemimpinan daerah, ternyata sama saja,” papar Nanang selanjutnya.

Tags:
author

Author: