Undang-Undang Perawat Disyahkan, Perawat Lega

rf

Jakarta~ Perawat di Indonesia akhirnya mendapat kejelasan soal Undang-Undang Keperawatan yang telah lama mereka nantikan. Kemarin, Kamis 25 september 2014, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengesahkan undang-undang yang terdiri atas 13 bab dan 67 pasal tersebut.

“Seluruh fraksi menyetujui RUU ini dibawa ke pembahasan tingkat dua (sidang paripurna), yakni tahap pengesahan. Seluruh pimpinan fraksi sudah menandatanganinya,” ungkap Ribka Tjiptaning, Ketua Komisi X ,dalam Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II DPR RI.
Setelah mendapat masukan dari Ribka, pimpinan sidang Priyo Budi Santoso kembali mempertanyakan persetujuan anggota DPR RI yang kemarin mengikuti rapat.

“Apakah disetujui dan disahkan? Setuju,” ujar Priyo Budi Santoso yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI.

Setelah seluruh fraksi menyetujui RUU Keperawatan, Priyo Budi Santoso pun mengetuk palu tanda pengesahan RUU Keperawatan.

Ketika diminta pendapat tentang pengesahan RUU Keperawatan, Priyo Budi Santoso hanya menyebut jika undang-undang tersebut merupakan mahakarya di akhir masa jabatan anggota DPR RI.

Pengesahan RUU Keperawatan pun langsung disambut antusias oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Tidak tanggung-tanggung, ribuan perawat yang tergabung dalam organisasi tersebut langsung melakukan sujud syukur di halaman gedung DPR/MPR RI tak lama setelah pengesahan undang-undang yang sangat berarti bagi perawat.

Harif Fadilah yang menjabat sebagai Sekertaris Jenderal PPNI mengatakan jika undang-undang tersebut akan menjadikan profesi sebagai perawat tidak lagi diremehkan.

“Selama ini, kalangan perawat sering mendapat ketidakpastian hukum terkait praktik profesi yang dilakukan. Ini karena perawat harus melakukan berbagai macam pekerjaan pelayanan kesehatan bahkan tanpa kemampuan diri serta keselamatannya,” ungkap  Harif.

Masih menurut Harif, UU Keperawatan bisa dijadikan sebagai kontrol agar kualitas perawat lebih baik. Oleh sebab itu, setiap perawat yang membuka praktik haruslah memiliki izin dari dinas kesehatan.

Tags:
author

Author: