Ungkapan Menarik Hamid Chalid dalam Sidang LGBT

hukum

Jakarta~ Siang tadi digelar siding mengenai LGBT di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat (23/8). Pada kesempatan tersebut, pakar hukum tata negara (HTN) dari UI Hamid Chalid sepakat agar pelaku LGBT dan hubungan di luar nikah dipidanakan.

“Sudah beredar, terjadi di stasiun kereta Kampus UI, antara laki-laki dan laki-laki berduaan mereka berciuman. Di ruang umum. Apakah ini bisa diterima? Jika jawabannya adalah iya, maka itulah saat yang pantas untuk kita berdiam diri,” sebut Hamid yang bertindak sebagai saksi ahli dalam sidang tersebut.

Hamid juga menerangkan jika dirinya sepakat dengan pernyataan Ketua KPAI, Asrorun Niam, yang disampaikan sebelumnya.

“Pasal 284 KUHP saya sedikit banyak satu pendapat dengan pak Niam. Pasal itu melarang zina jika salah satu atau keduanya dalam ikatan pernikahan. Kalau tidak nikah, maka menjadi legal,” kata Hamid.

Dengan gaya bicaranya yang khas, Hamid juga mengajak hadirin untuk merenungi tentang Pasal 292.

“Pasal 292 melarang tindakan cabul sesama jenis dari dewasa terhadap anak-anak. Jadi antar orang dewasa legal, antar anak-anak juga legal. Ini artinya boleh dilakukan. Negara kita secara diam-diam telah membenarkan perzinaan. Negara kita diam-diam sudah liberal belakangan ini. Apa itu yang kita kehendaki?” ucapnya

Seperti diwartakan detik.com, gugatan dalam sidang ini dilayangkan Guru Besar IPB Bogor Prof Dr Euis Sunarti, Rita Hendrawaty Soebagio SpPsi MSi, Dr Dinar Dewi Kania, Dr Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusumahastuti Ubaya SS MA, Dr Sabriaty Aziz. Ada juga Fithra Faisal Hastiadi SE MA MSc PhD, Dr Tiar Anwar Bachtiar SS MHum, Sri Vira Chandra D SS MA, Qurrata Ayuni SH, Akmal ST MPdI dan Dhona El Furqon SHI MH.

Tags:
author

Author: