UNS Solo Akan Dampingi eks Gafatar, untuk Apa?

 

keraton solo

Solo~ Setelah melihat kondisi eks pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo membentuk tim untuk mendampingi mereka. Tim dimaksud mencakup 7 orang psikolog dan 25 relawan dari mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran.

“UNS memang membuat inisiasi posko layanan krisis center pendampingan eks anggota Gafatar. Pendampingan psikologi tersebut bukan hanya untuk mahasiswa UNS yang positif gabung ke Gafatar tetapi kepada eks anggota Gafatar,” jelas Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Darsono (27/1).

Ia juga menyebutkan jika data di lapangan mengindikasikan adanya persoalan psikologis pada eks anggota Gafatar. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan diri untuk melakukan pendampingan. Sebelumnya, UNS berkoordinasi dengan Kementerian Ristek dan Dikti, Kementerian Dalam Negeri serta BNPT mengenai masalah ini.

Sementara itu, Ketua Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran UNS, Hardjono, menyebutkan jika timnya langsung ke tempat penampungan eks Gafatar.

“Pendampingan hanya kami berikan untuk sisi psikologis eks anggota Gafatar. Kami terjun ke Donohudan tempat penampungan sementara Gafatar,” jelas Hardjono.

Namun, Hardjono juga menerangkan jika butuh waktu panjang untuk memulihkan kondisi psikologi mereka. Untuk saat ini ia dan timnya hanya akan fokus pada psikologi dan mental.

“Pendampingan psikologi yang kami lakukan juga dipisahkan antara anak-anak dan dewasa. Pendekatan yang dilakukan hanya bergerak di psikologi dan mental, tidak menyentuh nilai atau pemahaman agama,” tandasnya seperti diwartakan merdeka.com.

Tags:
author

Author: