Upaya Pemerintah untuk Meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja

srimul

Jakarta~ Ada asumsi pemerintah di era Jokowi-JK hanya sibuk mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen dengan fokus menggenjot sektor potensial saja. Asumsi tersebut ternyata tidak sepenuhnya tepat.

Dijelaskan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pemerintah juga ‘membuka mata’ untuk mendongkrak kinerja sektor yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

“Indonesia memiliki jumlah penduduk dan angkatan kerja yang besar tapi kemampuan penyerapan tenaga kerja tidak banyak. Nah, ini yang jadi salah satu tantangan dari pengelolaan ekonomi kita,” sebut Sri (8/11).

Data laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), sektor jasa keuangan dan asuransi adalah sektor pertumbuhan tertinggi pada kuartal III 2016, yakni mencapai 9,2. Adapun sektor industri pengolahan yang cenderung menyerap banyak tenaga kerja justru pertumbuhannya tak cukup bergairah selama kuartal III lalu.

Dikatakan oleh Sri Mulyani, pihaknya memetakan jalur pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan percepatan penyerapan tenaga kerja dengan dua mekanisme. Mekanisme pertama, pemerintah tetap menggenjot sektor jasa keuangan dan asuransi agar tumbuh subur dan memberi kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi.

Untuk penyerapan tenaga kerja, pemerintah akan menumpukan beban tersebut kepada industri-industri di sektor riil, mulai dari konstruksi hingga perikanan.

“Sektor jasa yang punya nilai tambah tinggi, jangan sampai masuk sektor informal yang nilai tambahnya rendah. Sementara sektor riil, seperti konstruksi, manufaktur, pertanian, dan perikanan, mereka bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar,” imbuh Sri Mulyani seperti diwartakan CNN Indonesia.

Tags:
author

Author: