Virus Chikungunya Hebohkan Amerika Serikat

Nyamuk pembawa virus chikungunya (sumber: abcnews.com)

Nyamuk pembawa virus chikungunya (sumber: abcnews.com)

Pewartaekbis – Di Indonesia virus chikungunya sudah sering kita dengar dan mungkin sudah banyak kasus yang terjadi. Namun beberapa kasus chikungunya yang terjadi akhir-akhir ini di Amerika Serikat sempat membuat kepanikan di negara tersebut seperti yang dilansir abcnews.com. Virus chikungunya masih baru bagi orang Amerika meskipun sudah lama ditemukan di Asia, Afrika, dan Eropa. Di akhir tahun 2013, virus ini ditemukan di Kepulauan Karibia. Virus ini mulai menyebar di Amerika Serikat dengan perantara para pelancong yang terkena gigitan nyamuk saat bepergian dan secara tidak sadar membawa pulang virus tersebut. Hingga 15 Juli 2014, ada 357 laporan kasus chikungunya di Amerika Serikat, termasuk 121 kasus di Puerto Rico.

Departemen Kesehatan Florida minggu lalu melaporkan adanya 81 penduduknya yang terjangkit virus ini saat bepergian ke Kepulauan Karibia. Selang sehari kemudian, dua orang yang tidak bepergian ke daerah tersebut ikut terjangkit chikungunya. Ini berarti nyamuk lokal menyebarkan virus tersebut. Chikungunya tidak menular dari satu orang ke orang lain, tapi ditularkan melalui nyamuk. Sehingga siklusnya adalah manusia-nyamuk-manusia.

Gejala penyakit chikungunya yang paling umum adalah demam tinggi dan linu-linu pada sendi. Selain itu, penderita bisa juga mengalami sakit kepala, nyeri otot hingga ruam merah pada kulit. Tidak seperti penyakit karena nyamuk seperti demam berdarah dan malaria, penyakit ini tidak menyebabkan kematian. Gejala-gejala ini akan mulai muncul seminggu setelah seseorang digigit nyamuk yang mengandung virus chikungunya. Gejala ini rata-rata akan membaik setelah satu minggu Namun pada sebagian orang, nyeri pada sendi ini akan dirasakan selama berbulan-bulan.

Nyamuk penyebar chikungunya bertelur di wadah-wadah berisi air dan menggigit di siang hari. Untuk mencegah gigitan nyamuk, disarankan untuk memberi kawat kasa pada jendela dan juga ventilasi. Selain itu, mengenakan baju dan celana panjang serta krim anti nyamuk bisa mengurangi risiko penularan virus chikungunya.

Tags: