Virus Zika Sudah Ditemukan Di Indonesia

zika

Jakarta – Organisasi kesehatan dunia atau WHO telah mengyatakan status darurat atas mewabahnya virus zika. Virus yang ditularkan melalui infeksi nyamuk Aedes Aegypti ini mengakibatkan, bayi lahir dengan kelainan ukuran kepala atau mikrosefali. Sehingga, otak bayi tidak dapat berkembang secara sempurna.

Dilansir dari Viva.co.id, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Amin Soebandrio dalam sosialisasi Wabah Virus Zika di Auditorium lantai 4 Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta, Jumat 12 Februari 2016 mengungkapkan, virus yang memang tak mudah dideteksi karena mirip dengan virus Dengue ini sebenarnya telah ditemukan di beberapa daerah di Indonesia sejak tahun 1980-an.

Berdasarkan data yang ada, pada tahun 1981 pernah dilaporkan adanya virus Zika di daerah Klaten, Jawa Tengah. Sementara di Lombok, terjadi pada tahun 1983.

“Selanjutnya, setelah tahun 1983, virus Zika baru ditemukan lagi pada 2013 dari seorang turis Australia yang baru saja pulang dari Jakarta. Kemudian, pada 2014 penderita Zika kembali ditemukan di Jambi”, ungkap Amin.

Sementara itu, dalam rentang waktu Desember 2014 hingga April 2015, Jambi pernah menjadi daerah dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam BerdarahDengue (DBD). Dari berapa ratus sampel, hasilnya 103 negatif. Kemudian dari 103 sampel tersebut dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dalam pemeriksaan terhadap berbagai macam virus dan ditemukanlah satu satu virus Zika.

“Begitu nemu pada Agustus 2015, saya lapor ke Kemenristekdikti dengan catatan diteruskan ke menteri kesehatan,” kata Amin.

Setelah kasus di Jambi tersebut, Amin mengatakan, belum ada laporan atau bukti tentang virus Zika di daerah lain.

“Ada sejumlah kemungkinan, seperti daerah lain yang memang tidak terjangkit virus Zika atau virus ini belum diketahui karena disangka merupakan virus Dengue. Virusnya memang mirip Dengue karena satu family,” ujar Amin.

Tags:
author

Author: