Waspada, Sering Konsumsi Junkfood Turunkan Tingkat Kecerdasan

  food

Jakarta – Pesatnya perkembangan era modern, membuat orang lebih gemar dengan hal yang berbau instan. Kecepatan dan ketepatan adalah misi manusia saat ini. Namun, segala hal memeliki kekurangan dan kelebihan. Begitu pula dengan zaman yang semakin maju dan serba cepat, orang lebih suka makanan cepat siap saji atau yang biasa disebut junkfood.

Kelebihannya tentu sangat lezat saat disantap dan tidak butuh waktu banyak untuk menunggu makanan siap disantap. Namun, disisi lain banyak hal yang mungkin dianggap kurang memiliki manfaat. Misalnya saja dari segi kesehatan, penelitian menyebutkan mengonsumsi junkfood selama satu minggu memiliki risiko setara tidak tidur selama 3×24 jam. Bahkan, ada juga yang menyebutkan terlalu sering mengonsumsi junkfood bisa menjadi pemicu berbagai penyakit kronis seperti, kanker, diabetes, dan jantung.

Dilansir dari Kompas.com, penelitian yang dilakukan di Australia terhadap 602 anak remaja menunjukkan, anak yang sering mengasup makanan western sering mengonsumsi kentang gerang, daging merah dan diproses, serta soft drink di usia 14 tahun cenderung memiliki skor yang rendah dalam tes kemampuan otak saat mereka berusia 17 tahun. Jadi, dapat dikatakan, bahwa seringkali mengonsumsi junkfood juga berpengaruh pada kemampuan mental, perhatian penglihatan, kemampuan belajar dan daya ingat, serta kecepatan reaksi.

Menurut peneliti, Dr.Anett Nyaradi, menurunnya kemampuan otak tersebut antara lain disebabkan karena tidak seimbangnya jumlah omega-6 yang berasal dari asam lemak di makanan gorengan dan daging merah.

Tags:
author

Author: