Waspada, Ternyata Bakteri Patogen dapat Berkembang biak di Uang Kertas

ilustrasi uang kertas yang banyak terdapat kuman patogen

Pewartaekbis.com — Sebuah hasil penelitian dari Dirty Money Project dari New York University (NYU) menemukan bahwa uang merupakan media pertukaran ratusan jenis bakteri. Hal ini karena uang berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya.

Hal senada juga dikuatkan oleh temuan terbaru dari Master Card dan Oxford University yang telah melakukan studi sejak tahun 2013, yang juga menemukan bahwa terdapat 26 ribu bakteria di setiap buku rekening bank dan uang kartal yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

Para peneliti dari NYU melakukan studi komprehensif asam deoksiribonukleat (deoxyribonucleic acid/DNA) pada selembar uang kertas dollar pada lembaran US$1. Hasilnya ditemukan 3.000 jenis bakteri. Hasil itu lebih banyak dibandingkan penelitian sebelumnya yang melakukan pemeriksaan sampel dengan mikroskop.

Namun, karena keterbatasan kemampuan identifikasi, para peneliti itu baru dapat mengidentifikasi 20 persen non-human DNA (materi genetik yang berasal dari mikroorganisme lain) karena begitu banyak mikroba yang belum masuk dalam bank data genetik.

Uniknya, spesies bakteri yang paling banyak ditemukan adalah bakteri yang berpotensi mengakibatkan jerawat. Selain itu, ditemukan pula bakteri yang terkait ulkus lambung, pneumonia, keracunan makanan, dan infeksi tifus.

Bahkan, beberapa gen bertanggung jawab membawa resistensi antibiotik.

“Hasil penemuan ini cukup mengejutkan bagi kami,” kata Jane Carlton dari Center fo Genomics and Systems Biology di NYU seperti dilansir laman Foxnews.

“Kami benar-benar menemukan bahwa mikroba tumbuh pada uang.” paparnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa uang kotor adalah masalah internasional.

Meski demikian, sambung penelitian Master Card, Senin, 19 Mei 2014, lebih dari 9.000 konsumen dari 12 negara di Eropa kesulitan menghentikan kebiasaan buruk menggunakan uang kartal yang kotor.

Penelitian ini mensurvei tiga per empat orang Eropa dan membuktikan bahwa masyarakat Eropa selama ini lebih peduli dengan mencuci tangan usai memegang tangan (46%) atau melakukan perjalanan dengan transportasi publik (36%) daripada setelah memegang uang kertas.

Uang kertas merupakan benda yang paling banyak dijumpai di dunia. Jika tak higienis, penyebaran bakteri dikhawatirkan akan semakin kompleks.

Dr Jim O’Mahony, dosen Biological Sciences di The Cork Institute of Technology, Irlandia mengatakan bahwa sebagian besar orang mengakui bahwa memegang uang kartal dapat dianggap berbahaya namun pada prakteknya orang-orang masih enggan untuk meninjau kebersihan uang.

Tags: