Waspadai Anak Stunting, Bisa Jadi Karena Kurang Gizi

anak pendek

Pewartaekbis- Indonesia menempati urutan kelima di dunia untuk jumlah anak stunting. Berdasarkan RIset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi stunting nasional mencapai 37,2 persen. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni, 35,6 persen pada 2010.

Anak stunting adalah mereka yang bertubuh pendek atau memiliki tinggi badan dikarenakan mengalami kekurangan gizi. Anak diduga stunting jika lahir dengan panjang di bawah 48 cm dan berat badannya rendah. Anak berisiko stunting jika sang ibu tidak cukup gizi saat hamil. Faktor penyebabnya tidak lain adalah karena masih banyak masyarakat yang belum paham tentang stunting.

Menurut Direktur Bina Gizi Kementerian Kesehatan Dody Izwardy mengungkapkan bahwa, Anak yang stunting bisa mengalami kegagalan motorik. Hal ini dikarenakan stunting mengganggu perkembangan fisik dan kemampuan kognitif anak. Selain itu, anak stunting atau anak yang bertubuh pendek lebih berisiko menderita penyakit tidak menular seperti jantung, kanker, dan diabetes. Anak yang stunting lebih mudah sakit karena daya tahan tubuhnya rendah.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan MCA Indonesia pada September-Oktober 2014 diketahui, masih banyak keluarga yang belum menerapkan pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang cukup untuk menunjang tumbuh kembang anak.

Berdasarkan penelitian tersebut, 43% ibu hamil mengakui makan kurang dari 3 kali sehari. Sementara 35% lain mengakui makan lebih sedikit pada trisimster pertama kehamilan, karena mual. Dan 55% responden mengakui tidak memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan.

Dari hasil survei juga mengungkapkan, 62 persen anak berusia 6-23 bulan juga hanya konsumsi satu sampai dua kelompok makanan saja seperti serealia dan sayuran. Sekitar 40 persen anak pun makan kurang dari tiga kali sehari. Hal ini dikarenakan tidak ada kebiasaan sarapan dan sang ibu memberi makanan hanya saat anak meminta.

Tags:
author

Author: