Waspadai Bahaya Minuman Energy Bagi Anak-anak dan Remaja

minuman

Pewartaekbis— Penelitian terkait  dampak buruk dari minuman energi terus dilakukan. Terutama pada kelompok usia remaja, konsumsi minuman energi yang berlebihan dapat mengakibatkan efek samping berbahaya. Hal ini dikarenakan, minuman berenergi mengandung kadar kafein yang tinggi, yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, jantung berdebar, obesitas, dan gangguan kesehatan lain. Dampak lebih buruk lagi jika dikombinasikan dengan alkohol.

Konsumsi kafein lebih dari 100 mg setiap hari dikategorikan tidak sehat untuk usia remaja. Sedangkan, dalam 16 ons kaleng minuman merek Red Bull, Monster Energy Assault, atau Rockstar terkandung 160 mg kafein.

Selain itu, minuman energi biasanya mengandung kadar gula yang tinggi dan kafein yang hampir sama dengan secangkir kopi. Sementara efek peningkatan energi yang cepat dari minuman ini berasal dari campuran bahan-bahan lainnya, mulai dari taurin dan l-carnitine, asam amino, sampai ginseng.

Meskipun demikian, penelitian mengungkap bahwa “bahan campuran khusus” tersebut memiliki efek samping yang buruk. Efek samping serius minuman berenergi ini antara lain, kejang, irama jantung yang tidak teratur, serta tekanan darah yang sangat tinggi.

Dalam sebuah penelitian terbaru yang dipresentasikan pada pertemuan Asosiasi Jantung Amerika, pada Senin (17/11/14) menunjukkan, lebih dari 5.000 kasus orang jatuh sakit akibat minuman berenergi. Hampir setengah dari kasus tersebut merupakan anak-anak. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat antara tahun 2010 dan 2013 tersebut mengungkapkan, ribuan anak menghadapi ancaman kesehatan serius dan berpotensi kematian akibat mengonsumsi minuman berenergi.

Dr Steven Lipshultz, Kepala Dokter Anak di Rumah Sakit Anak Michigan mengungkapkan, banyak orang tidak menyadari potensi efek samping yang serius dari minuman energi. Akibatnya, orangtua dan saudara menempatkan minuman dengan akses yang mudah sehingga tidak menyadari bahwa mereka meninggalkan risiko tersebut pada anak-anak.

Lipshultz menyarankan, agar minuman ini memiliki label khusus seperti yang tercantum dalam kemasan rokok dan alkohol. Selain itu, anak-anak dan orang dewasa dengan faktor-faktor risiko, seperti gangguan kejang, aritmia, atau kecenderungan terhadap tekanan darah tinggi, disarankan tidak mengonsumsi minuman berenergi.

Tags:
author

Author: