Waspadai Gangguan Kesehatan Karena Langsung Bekerja Pasca Mudik

ngantuk saat macet

Capek karena mudik Sumber: Shutterstock

Pewartaekbis — Masa libur lebaran dan mudik telah berakhir, saatnya kembai menuju aktivitas seperti biasa; ngantor, bisnis, bekerja, dan mencari nafkahuntuk kehidupan. Namun demikian, perjalanan pasca mudik lebaran memunculkan kemacetan yang cukup melelahkan. Hal itu karena banyaknya pemudik yang  kembali ke kota sehingga sebagian orang terjebak macet di perjalanan hingga membuat waktu sampai di kota asal tertunda atau berbenturan dengan jam kerja.

Banyak orang yang ingin memaksimalkan liburan di kampung halaman sehingga memundurkan jadwal baliknya ke kota tempatnya bekerja mendekati waktu masuk kantor, akibatnya tidak ada cukup waktu untuk memulihkan tenaga.

Seperti yang dilansirdari laman DetikHealth, Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan dalam emailnya mengatakan bahwa kurang istirahat sepulang mudik dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

“Sebaiknya memang ada waktu istirahat pemulihan dulu sebelum masuk bekerja,” Prof Tjandra menambahkan.

Kelelahan berdampak pada menurunnya kinerja seseorang yang berdampak pula pada daya tahan tubuh. Tak jarang para karyawan yang justru ijin sakit karena kelelahan dan tertular penyakit setelah mudik.

Sebaiknya, para pemudik sebelum mulai kembali bekerja harus mendapatkan istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, dan jika perlu suplemen vitamin.

Kurang istirahat sepulang mudik bisa menjadi salah satu sumber gangguan  kesehatan antara lain; gangguan pada saluran pencernaan karena kurang menjaga kebersihan makanan selama perjalanan mudik Kedua, akibat pola makan yang tidak teratur, pencernaan menjadi terganggu karena perubahan penyesuaian jam makan setelah berpuasa.  “Pemecahannya, segeralah kembali ke pola makan sehat dan seimbang,” saran Prof Tjandra.

Sepulang mudik, Prof Tjandra juga mengimbau untuk segera memeriksakan kondisinya bila punya riwayat penyakit-penyakit kronis seperti diabetes melitus.

Tags:
author

Author: