Wisata ‘Kutukan’ di Tokyo

 

tokyo

TOKYO – Pada sekitar 3000 tahun yang lalu, skala besar ledakan magma uap terjadi, gelombang piroklastik menutupi seluruh pulau, yang kemudian membentuk sebuah kawah. Akibat letusan sejumlah besar scoria jatuh di timur dan utara bagian dari pulau tersebut  semua berdekatan dan menyatu akhirnya terciptalah sebuah pulau yang kini dinamakan Aogashima.

Pulau Aogashima masih termasuk dalam wilayah Tokyo, Jepang. Pulau ini memiliki luas sebesar 5,97 kilometer persegi, di atas ketinggian 423 meter di atas laut, dan berada 358 kilometer di sebelah selatan. Pulau ini saat hanya memiliki penduduk sekitar 167 jiwa.

Di bagian timur pulau terdapat sebuah kuil yang terletak di selatan desa. Ada pula lereng curam yang menarik untuk menikmati saat- saat matahari terbenam.

Sebuah kuil lagi Tokai Jinja, yang terletak di bagian utara pulau itu, tempatnya bernama Shoshi, tempat berdoa bagi korban ledakan gunung meletus Tenmei, dan ada pula heliport desa untuk darurat.

Kemudian satu-satunya candi di pulau itu ke arah selatan-barat dari desa. Milik Sekte Jodo, dan telah menjadi kuil cabang Hachijojima Okago dari Zong Fukutera, hanya bangunan Kuil Muju.

Sayangnya pulau yang memiliki pemandangan cantik ini sangat terpencil dan jarang sekali dikunjungi masyarakat. Hal ini dikarenakan, pada abad ke-15 lalu masyarakat Jepang mempercayai bahwa ada kutukan Tuhan dan hidup di pulau tersebut. Wanita banyak percaya bahwa itu adalah pulau yang terlarang.

Sebagian besar orang mencatat adanya kecelakaan maritim di dekat pulau tersebut, menunjukkan bahwa pulau itu adalah tempat yang berbahaya sejak zaman kuno. Itulah sebabnya kini jumlah penduduknya hanya 167 jiwa.

Rate this article!
Tags:
author

Author: