Wow, Kini Penumpang Garuda bisa Terbang Sambil Ber-Hotspot Ria

WiFi Garuda Indonesia

Pewartaekbis.com, Jakarta— PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Selasa, 9 Juli 2013, setelah melalui beberapa tahap uji, akhirnya meluncurkan penerbangan perdana yang memiliki fasilitas “In-Flight Connectivity”. Penerbangan ini  memungkinkan penumpang pesawat terkoneksi dengan internet melalui Wi-Fi di dalam pesawat.

Sebelumnya, dunia penerbangan mematuhi aturan larangan penggunaan peralatan elektronik portable di dalam pesawat seperti rekomendasi dari Radio Technical Communication Aeronautics (RCTA) sejak 1988.

Selain itu, dalam  pasal 54 butir (f) dalam Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan menyatakan,”Setiap orang di dalam pesawat udara selama penerbangan dilarang melakukan: Pengoperasian peralatan elektronika yang mengganggu navigasi penerbangan.”

Pesawat baru Garuda, Boeing 777-300ER rute Jakarta-Jeddah, untuk pertama kalinya melayani penerbangan langsung untuk rute-rute jarak jauh dengan fasilitas WiFi dalam pesawat.

Garuda juga akan menerima empat pesawat Boeing 777-300ER tahun ini dari total pemesanan 10 unit. Armada kedua akan diterima pada akhir Juli. Adapun dua unit lain akan didatangkan pada akhir tahun untuk melayani rute baru Sydney-Jakarta-London.

EVP Strategy, Business Development, and Risk Management Garuda, Judi Rifajantoro, mengatakan fasilitas Wi-Fi masih dalam tahap uji coba komersial. “Ini masih dalam tahap commercial service trial. Secara servis sudah on, tapi masih kami trial sambil mempelajari jaringan dan user hingga nanti bisa beroperasi dengan normal sepenuhnya,” katanya di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa, 9 Juli 2013.

Menurut dia, untuk tahap awal, fasilitas Wi-Fi hanya diberikan untuk penumpang first class yang berjumlah delapan penumpang. Nantinya, fasilitas Wi-Fi akan diuji coba pada kelas lain, yaitu bisnis dan ekonomi. Saat sudah beroperasi normal nanti, Wi-Fi akan disediakan gratis bagi penumpang first class, sementara untuk kelas lain akan diberlakukan biaya. “Tapi kami belum menentukan besaran biaya karena kami masih mempelajari,” katanya.

Saat sudah beroperasi normal, fasilitas Wi-Fi bisa dinikmati oleh sekitar 30 penumpang pada saat yang bersamaan. Penghitungan tarif, kata dia, bisa berdasarkan volume data atau durasi penggunaan. Sebelumnya, pengujian Wi-Fi sudah dilaksanakan bersamaan proving flight pesawat B777-300ER dengan rute Jakarta-Denpasar, Sabtu lalu.

Judi mengatakan Garuda berencana memberikan fasilitas Wi-Fi pada jenis pesawat lain selain Boeing 777-300ER, yaitu Airbus 330 yang biasanya melayani rute ke Jepang, Cina, dan Korea Selatan. Saat ini Garuda sudah memiliki dua unit pesawat Airbus. “Izin sudah keluar, tapi izin komersialnya belum,” katanya.

Sesuai regulasi, koneksi Wi-Fi hanya bisa digunakan saat pesawat berada pada ketinggian di atas 10 ribu kaki untuk browsing Internet, social network, e-mail, dan instant messaging. Adapun layanan tidak bisa digunakan saat pesawat take off atau landing.

Tags: