Yang Penting Anak Sering Diajak Ngobrol

keluarga

Jakarta- Beberapa riset menyebutkan anak yang jarang diajak berkomunikasi oleh orangtuanya cenderung memiliki kemampuan bahasa yang buruk dibanding yang lain. Hal ini disebabkan anak kurang mendapat rangsangan dan kurangnya kosa kata yang dia ketahui.

Dilansir dari Kompas.com, orangtua yang teralalu sibuk dengan aktivitasnya dan jarang mengobrol dengan anak akan membawa dampak buruk bagi kemampuan bahasa anak.

Dra. Ratna Juwita, Dipl.Psych, staf pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia berpendapat, kurangnya komunikasi dari orangtua dapat menyebabkan anak mengalami keterlambatan bicara.

“Anak yang cakap dapat mengutarakan ketika menginginkan sesuatu, berbeda dengan anak yang terlambat bicara”, papar Dra, Ratna.

Sementara itu, Eka K. Hikmat, S. Psi, Terapis AV (Auditory Verbal) dari Yayasan Rumah Siput Indonesia mengatakan, efek yang terlihat misalnya kalau ada uji kemampuan bahasa, mungkin nilai kemampuan bahasanya akan di bawah kemampuan anak-anak lain seusianya.

Meski orangtua adalah guru bahasa utama bagi anak, tapi menurut Eka anak tak melulu harus belajar dari orang tua. Yang penting, ada sosok yang gemar mengajaknya bercakap-cakap.

“Anak juga bisa mempelajari kemampuan bahasa melalui pelajaran di sekolah dan percakapan dengan teman sebaya. Anak juga bisa belajar dari saudara, kakek, atau nenek,” tutur Eka.

Selain melalui percakapan langsung, anak juga dapat meningkatkan kemampuan bahasa melalui buku. Buku memberikan pengetahuan kosa kata yang tak didapat dari percakapan sehari-hari.

“Anak yang suka membaca buku akan memiliki perbendaharaan kata yang lebih luas ketimbang anak yang jarang membaca buku”, papar Eka.

Tags:
author

Author: